BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Halaman

Minggu, 18 November 2012

Sore dikota padang

seharian aku hibernasi dikosan,,,subhanallah panasnya hari ini, sore ini tidak jalan keluar,karena belajar buat seminar kolokium hari rabu lusa. aku kangen,,nelangsa sore ini, kangen dengan masa lalu, kangen dengan seseorang, kangennnnnn,,semuanya, sambil menulis ini aku duduk dibalkon sendiri, diseberang kosan, aku melihat dari atas balkon hanya dipisahkan jalan raya sebuah kosan berwarna cat hijau bersebrangan dengan kosku, terpakir mobil kijang tua berwarna silver kusam, diteras rumah kosan tersebut dengan sebuah bangku panjang duduk seorang lelaki dan wanita separuh baya dan seorang anak gadis seumuran dengan aku, tidak tahu apa yang mereka perbincangkan, tetapi sangat jelas aku lihat lelaki dan wanita separuh baya tersebut orangtua dari gadis yang seumuran dengan ku, tampak dari wajah mereka kegembiraan pada sore yang cerah ini, dia mengunjungi anak gadisnya, sang ayah dengan lembut membelai rambut  dan mencium kening putrinya sambil berbicara sesuatu dengan wajah yang teduh dan damai, ya Allah melihat keadaan seperti itu aku jadi kangen dengan almarhum papa,, aku kangen dibelai rambut dan dicium kening ku, aku kangen bermanja-manja dengan papa dan mama, aku kangen beliau mengunjungi ku  dan membawa makanan kesukaan ku seperti gorengan dan buah jeruk, apel dan makanan buatan mama, seandainya waktu bisa berputar kembali kemasa lalu, saku sangat bahagia disuasana seperti itu ya Allah. kangen papa dan mama mengunjungi ku, menanyakan keadaan ku, menanyakan perkembangan kuliah ku, memberi semangat untuk ku ya Allah. tapi itu tidak akan pernah terjadi, tidak akan pernah lagi. Ya Allah kuatkan aku dengan keadaan seperti, beri kan kesabaran buat ku ya Allah, semoga hari-hari dipenuhi dengan warna dan kebahagian, meski separuh jiwa ku telah pergi. Tenang di sana papa, kakak selalu mendoakan papa. ^_^

Jumat, 04 November 2011

SEJENAK

Saat sisi hitam yang sedang mendominasi maka rasa menyesal itu begitu mudahnya keluar secara eksesif, eksplosif, saat ini begitu meluap luap perasaan benci ini, benci terhadap diri sendiri, kadang juga, maaf, keaadan yang sekarang ini…..yah, bisa dibilang memang sedang kehabisan bensin, bensin yang bernama rasa syukur.
Sangat tak menyenangkan bertahan dalam diam, lebih menyiksa dibanding menahan rasa dalam ketidaknyamanan dan kegelisahan, dan alam bawah sadar ini mengatakan, sangat merindukan masa masa itu….
meledak ledak, eksplosif, rontaan hati semakin berkecamuk bagai api yang terkepung dalam ruang gelap dan rapat, tak ada udara, menjadikannya mati dengan sangat sia sia.
maaf Tuhan, untuk kesekian kalinya hamba bertanya, sampai kapan?????

rasanya lelah dan fuzzy,,,saya ingin istirahat sejenak tuhan,,cuma sejenak dari ujian kehidupan ini,bawa aku ketempat dimana  
ada padang rumput hijau yang luuuuaaassss,... pandangi langit biru, rumput hijau, pohon pohon di kejauhan, suara air, burung, angiiinnn,...meski hanya dalam mimpi

Sabtu, 22 Oktober 2011

PERASAAN

Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang meski kamu tahu ia tak lagi sendiri dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak terbalas, tapi kamu tetap mencintainya?
Pernah. Sedang saya alami sekarang. Saya tahu dia tidak sendiri. Saya tahu apa yang saya rasakan mungkin tidak terbalas. Yah, meskipun saya sempat membenci dan tidak terima dengan dengan keadaan seperti ini. Tapi sekarang saya sudah berdamai dengan semua.

Saya berdamai dengan diri saya, dengan perasaan saya, dengan keadaan yang teramat tidak menguntungkan saya.

Saya kembali lagi menjadi saya yang dulu. Saya yang hanya akan memandangnya dari jauh. Saya yang terus berdo'a untuk nya. Saya yang hanya 'menikmatinya' lewat status fb dan ym yang dia buat, meskipun beberapa hari terakhir dia absen. Dan jujur saya mengkhawatirkannya. Saya yang akan bahagia untuknya, meskipun bukan saya yang ada di sampingnya.

Katakan ini semua naif. Bodoh. Tolol. Konyol. Tapi, apa dengan mengumpat saya menjadi lebih bijak? Tidak. Sebab memang 'naif' itulah keadaannya.
*PS: Untuk Tuhan, yang mungkin membaca blog abal-abal saya, saya hanya ingin bilang, "Tuhan, saya kangen dia.. Tapi jangan pertemukan kami, Tuhan.. Biar saya lulus ujian perasaan kali ini. Terima kasih."
SUMBER: http://fayzahiqmah.blogspot.com/2010/06/have-u-ever_02.html

DI DALAM KESENDIRIANKU



hari ini, beberapa bulan berlalu. ketika kau mengeluhkan kesedihan dan perasaanmu padaku. ketika pada kenyataannya aku pun bersedih, atas apa yang terjadi padamu, juga padaku. tapi ini, sudah beberapa bulan berlalu. kelabu yang menggantung di langit pikiranmu, masih adakah kawan? 

aku merindukan saat-saat kebersamaan kita. kala kita duduk satu meja, mendengar ceritamu atau sekedar bertemu pandang saja. dengan begitu, masing-masing diri kita sudah cukup lega, walau tak ada satu kata pun yang keluar lewat lisan kita. kau tahu, aku selalu mengerti bahasa tatapanmu.

saat suatu sore kau mengajakku ke pinggir pantai, lalu berkisah tentang hari yang kau lalui. seperti biasanya, aku lebih suka mendengar. sama seperti butiran pasir yang kita duduki, angin sore yang menemani.
atau ketika kita berada di ketinggian dan alam ini terlalu mempesonamu, kau masih sempat berbagi tentang mimpi-mimpimu.  tentang warnanya masing-masing di matamu. dan sekali lagi, aku hanya duduk mendengarkan sambil melemparkan pandangan pada hamparan edelweiss di hadapan kita.

dan kini, setelah beberapa bulan sejak hari kelabumu, masihkah kau mengizinkanku mendengar lebih banyak ceritamu, kawanku?

maaf, jika aku terlalu sering mendengar saja.
dalam diamku, sungguh aku selalu mengaminkan doamu dan mengharap yang terbaik bagimu.

HATI YANG TERSISA

**ini merupakan cerpen abal-abal saya yang pertama, terima kasih telah meluangkan waktu membacanya..meski penulisan masih banyak terdapat kekurangan, semoga cerpen ini tidak terlalu jelek buat dibaca --どうも ありがとう ございます- doumo arigatou gozaimasu ---**

Aku pun akhirnya sampai di bukit khayangan yang merupakan  salah satu objek wisata yang berada di kota sungai penuh pada sore itu. Letaknya di gugusan Gunung Raya dan berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tepatnya di desa Bina karya , disamping itu ketinggian dari bukit khyangan 2.000 Meter dpl dengan suhu sekitar 20 derajat celcius. pemandangan begitu menakjubkan sehingga membuat pikiran dipenuhi khayalan,setelah mencapai bukit khayangan tersebut yang disekitarnya pada sejumlah puncak bukit terdapat hamparan  hutan pinus khas Kerinci yang dilengkapi dengan deretan tanaman anggrek tanah yang tengah berbunga putih keunguan yang menarik untuk dinikmati.Memandang ke arah barat akan tampak hamparan pohon-pohon besar nan rimbun, pada bukit-bukit yang merupakan gugusan Bukit Barisan. 


Sementara itu, ke arah timur, tampak hamparan Kota Sungai Penuh yang dipadati permukiman. aku  pun dapat melihat Danau Kerinci dari kejauhan. Di puncak bukit yang penuh dengan keindahan, ditambah udara yang cukup dingin, membuat pikiran menjadi segar. suasana yang sangat aku rindukan dikota ini, embusan angin sepoi mengibas rambutku, entah mengapa aku berani untuk datang ketempat ini sendiri, tetapi selain aku juga terdapat para pengunjung yang juga datang dari berbagai penjuru, selain dari para pengunjung lokal objek wisata ini juga banyak di kunjungi oleh pengunjung dari luar daerah bahkan juga ada para pengunjung dari mancanegara yang juga ingin menikmati keindahan Pesona bukit khayangan di bumi sakti alam kerinci yang disebut- sebut Serambi madinah.
                                           *** 

aku pun memilih duduk di  sebuah pondok yang dibangun permanen yang di peruntukan bagi para pengunjung untuk bersantai menikmati pemandangan alam kerinci dari atas bukit khayangan. posisi paling pas Saat berada di atas bukit Khayangan ini , kita akan merasakan kesejukan dan kabut tipis mega-mega putih menyelimuti seluruh puncak bukit seolah sedang berada di khayangan, negeri dongeng. Karena kerap diselimuti halimun itulah bukit ini dinamakan Bukit Khayangan. dan saatnya aku melanjutkan menyelesaikan tulisan-tulisan ku, yang merupakan salah satu tujuan ku datang ketempat ini sendiri, ditempat ini juga banyak aku temukan inspirasi. daun daun dari pepohonan asam berseliweran jatuh disekitar kursi yang aku duduki, mereka seakan-akan turut menemaniku dalam kesendirian.
aku memperhatian para pengunjung yang berwisata ketempat ini, ada yang datang bersama keluarga, kerabat atau teman serta pasangan mereka. semuanya menikmati kesejukan udara dan panorama keindahan alam kerinci yang mengagumkan, apalagi ketika kabut mulai tersapu angin terlihat  Danau kerinci dan bentangan petak-petak sawah serta hamparan padi yang menguning serta desa-desa tempat tinggal penduduk yang bertebaran dan deretan Bukit Barisan yang diam membisu dapat dilihat dari obyiek ini. sungguh aku tidak henti-hentinya mengagumi ciptaan tuhan, yang menciptakan tempat seindah ini, dan aku sangat menikmatinya, seketika saat menyadari seseorang telah ada berdiri disampingku.
"maaf, kalau aku menganggu."
dia menyodorkan beberapa kertas dari tulisanku yang jatuh bertebaran oleh angin sewaktu aku asyik menikmati panorama dari atas bukit khayangan ini, aku termanggu melihatnya dan bertanya-tanya dalam hati, siapa ya orang ini? dia berpenampilan casual,memakai kaus putih oblong yang dilapisi dengan jacket berwarna merah, dan jeans biru serta sepatu converse putih abu-abu dengan tas ransel hitam dipunggungnya.
sebelumnya aku mengucapkan terima kasih seraya sambil tersenyum.
"boleh aku duduk disini?" tanyanya setelah melihat aku telah bisa menguasai keadaan. "maaf kalau tadi mengagetkan kamu, sepertinya kamu begitu menikmati pemandangan disini" katanya sambil menunjuk panaorama didepan pondok tempat aku duduk.
"begitulah,aku sangat bahagia bisa datang ketempat ini,Suasananya asri dengan beragam pepohonan tinggi dan rindang, Udaranya juga sangat sejuk dan tentunya jauh dari polusi hingga membuat para pengunjung seperti saya menjadi betah berlama-lama disini sambil menunggu sesuatu."
lho,kenapa ya?!aku jadi terbuka seperti ini, aku kan belum mengenal dia, batinku.akh,biar sajalah, sepertinya aku punya teman menunggu biar tidak terlalu sepi sendiri.
"oo, jadi kamu kesini cuma sendiri?", kalau boleh tahu lagi menunggu sesuatu apa ya?" sepertinya dia mencoba menyelidik. hmmm...kalau diperhatikan lebih lama, orang ini ada miripnya dengan seorang aktor.mmm..siapa ya?ah, lupa,pokoknya manis, ada garis wajah yang cukup kuat terpasang disana.
"menunggu seseorang kah?" ulangnya.
"ah, tidak. aku menunggu senja turun pelan-pelan disana" kutunjuk celah bukit yang berdiri indah sebelah kanan dari posisi tempat aku dan dia duduk.
"matahari suka tenggelam dengan manisnya tepat dicelah itu" jelasku.
"mmm,,memang indah disini, tapi kenapa sendiri saja?"
aduh, ini cowok bertanya melulu. perkenalkan diri dulu lah, harapku. kalau aku yang perkenalkan diri duluan agak segan, lagian wong dia yang duluan datang menghampiri aku.
"lagi kepengen aja". jawab ku sekenanya.
"tetapi kayaknya lebih asyik kalau mengajak kekasih atau pasangan nya loch." katanya sambil tersenyum manis.
"sorry!" aku sedikit cuek, agar dia tahu kalau aku tidak senang dengan perkataannya barusan itu, memangnya tidak ada yang lain buat dibicarakan.
ia diam cukup lama, mungkin sekitar 2 menit.lalu ia bersuara, " tempat ini dan dikota ini memberikan aku banyak kenangan, dulu aku dan teman-temanku sering datang ketempat ini. sama seperti kamu, menikmati panorama bukit ini, dua bulan lalu entah kenapa aku tiba-tiba rindu pada kota ini dan tempat ini, aku rindu menanti senja diufuk barat. aku mengetahui perkembangan kota sungai penuh via internet atau dari cerita teman-temanku yang sesekali balik kekota ini. tapi sayang, teman-temanku sudah banyak yang berkiprah diluar. yah..beginilah aku belajar menikmati senja tanpa mereka." ia seakan bercerita sendiri karena tak pernah sekalipun berbalik atau menoleh padaku, dia terlalu asyik bercerita. diam-diam aku menyimak setiap kalimatnya. mmm.. ternyata dia baru datang kekota ini. pantas, gayanya begitu sopan dan santun melebihi kebiasaan cowok-cowok ditempat ini.
"kami bersahabat delapan orang." dia melanjutkan ceritanya, seakan tahu aku mulai menyimaknya. " kami selalu berkumpul ditempat ini, menciptkan banyak mimpi-mimpi, kami semua pernah mengantungkan cita-cita selangit, seperti langit disana saat senja mulai beranjak.
entah kekuatan apa yang membuat aku menatapnya bercerita. diam-diam aku memperhatikan wajahnya. mmm.. matanya indah dan senyumnya manis dengan lesung pipi diwajahnya. sesekali dia mendengus, apalagi jika menyebut nama-nama sahabatnya dan dimana mereka sedang berada sekarang. ada yang menjadi dosen dijakarta dan dibandung, ada  yang berkerja diperusahaan swasta sebagai analis kualitas minyak, ada yang bekerja dikalimantan, ada yang berada diaustralia sedang menyelasikan penetelitian doktorolnya, dan ada juga yang tinggal dilondon menyelesaikan kuliah hukum islam. sedangkan dia sendiri masih menyelesaikan studinya sebagai dokter spesialis di universitas indonesia. kepulangannya dikota ini karena ingin menemui seseorang.
lama, aku menilik garis-garis wajahnya, aku mencoba meningat-ingat. tunggu...raut wajah itu sepertinya pernah akrab dengan ku.tapi..tidak mungkin.apakah dia Fazi?ya, kak Fazi Muhammad Putera, seniorku ku waktu aku duduk dibangku SMP dikota ini, aku dan kak fazi cuma berbeda satu tahun. tapi bukankah kak Fazi memakai kacamata?bukankah tubuhnya tidak seatletis ini? dulu dia kurus, dan badannya tinggi serta kulitnya putih, waktu sekolah dulu aku menilai dia adalah anak yang pendiam dan kutu buku, memang peringkat satu tidak pernah lepas dari dia, tetapi waktu SMP aku memang tidak pernah akrab dengan kak Fazi.mmm..lagian dikeningnya ada semacam luka kecil memanjang sekitar empat sentimeter. sepertinya memang bukan dia.
menyadari aku melamun seraya memperhatikan nya, dia berdehem kecil dan tersenyum lalu melanjutkan ceritanya.
"waktu masih sekolah menengah pertama dulu dikota ini, aku sering memperhatikan seorang gadis, dan ini adalah tempat favorit dia, aku tahu ini dari teman-temannya dan sahabatku. mereka bilang dia selalu setiap liburan berkunjung ketempat ini, disekolahpun aku tidak pernah dekat dengan dia. apalagi dekat, untuk sekedar bertegur sapa pun aku tidak berani dan aku juga malu, aku hanya bisa memandang dia dari jauh, aku yang diam-diam selalu mengaguminya, dia anak yang manis dan cerdas. waktu  aku sekolah dulu aku merasa sangat menyesal karena tidak pernah mau untuk mencoba mendekati dia. hingga aku tamat dari SMP dan melanjutkan sekolah diluar kota. aku benar-benar merasa kehilangan dia. dan pada saat aku liburan sekolah,aku datang lagi kekota ini, dan sayangnya aku mendapat kan info dari  teman-temanku dia tidak ada lagi dikota ini, dia juga melanjutkan sekolahnya diluar kota, aku benar-benar kehilangn jejak tentang dia.
ternyata orang ini gemar bercerita, menurutku kisah nya sangat menarik, aku terus menyimak dia bercerita, sementara perasaan ku mulai tidak karuan, aku ingin terus mendengar lanjutan cerita darinya, kadang terbawa larut dengan ceritanya apalagi dengan raut wajahnya yang sangat merasa sedih dan menyesal.
"Hingga akhirnya aku tamat SMU, aku melanjutkan kuliah, aku diterima di sebuah Univeritas Andalas Padang pada progrm studi pendidikan dokter. dan ternyata aku berada dikota yang sama tempat gadis itu tinggal,aku dapatkan lagi informasi ini dari sahabatku, sungguh aku benar sangat gembira waktu itu, aku berharap bisa bertemu dengannya. tetapi kegiatan kuliah yang banyak menyita waktuku membuat aku lupa sejenak mengenai gadis tersebut. selama dua tahun aku benar-benar tidak tahu dimana alamat dia tinggal dan bagaimana aku bisa menghubunginya, dan pada saat itu aku tidak sengaja menemukan nama dia di via interenet melalui jejaring sosial yaitu Facebook, dari sanalah komunikasi ku berjalan lancar, dan aku mulai memberanikan diri untuk dekat dengan dia, semoga dia ingat siapa aku. ternyata tidak sisa-sia, dia anak yang ramah dan welcome dengan kehadiranku dia menerimaku dengan baik sebagai teman, meski hanya komunikasi lewat jejariing sosial, itu pun sudah cukup untuk aku yang telah bertahun-tahun aku  memendam rasa terhadap dia, tapi itu semua tidak berjalan lama, karena kesibukan kuliah dan agenda masing-masing yang padat membuat kita berdua lose contact, dan aku tidak pernah bertemu dengan dia sama sekali meski kita berada dikota yang sama, aku pernah berusaha buat bertemu dengan dia, tapi selalu gagal,alasan yang klise sekali yaitu kesibukan kita masing-masing hingga akhirnya sampai aku tamat dan menyelesaikan Study ku.
hmm..dan aku berharap ditempat ini aku dapat bertemu dengannya, apabila tuhan memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan nya ditempat ini aku hanya ingin mengungkapkan perasaan agar dia tahu bahwa aku benar-benar memiliki perasaan lebih untuk dia sampai saat ini, yang telah bertahun-tahun aku pendam.
hening sejenak, mata cowok itu memandang jauh kedepan, dia masih mengingat masa lalunya tentang gadis tersebut.
"boleh tahu nama gadis itu siapa?"akhirnya aku memulai pertanyaan.
hmm... waktu itu aku mengetahui namanya dari junior ku yaitu teman baik dia, sebenarnya aku terlalu pengecut untuk bertemu secara langsung dengannya yang memang dasarnya aku terlalu takut mendekati wanita,haha aku memang payah. ujarnya sambil tertawa getir.
aku tersenyum tipis mendengarnya. apa mungkin itu dia?pikirku.
"tapi, tampaknya kamu tidak seperti itu, setidaknya kamu berani memulainya dengan aku."
"aku punya alasan jelas tadi. kertas kamu yang jatuh bertebaran oleh angin."
"eeh...iya." aku menambah senyum disudut bibir.
sedang dia sedikit sumringah sambil tertawa renyah.
hah,tawa itu...persis milik kak fazy.tapi..."
"oh..iya nama gadis itu Chika, tepatnya Chika Ayuri."
apa?!itu benar nama panjang ku, tapi apakah mungkin gadis yang dia maksud itu aku, atau mungkin namanya kebetulan sama?akh..aku masih menunggu kelanjutan ceritanya, dan sekarang aku hanya bisa menerka.
sepertinya dia menangkap reaksi wajahku yang berubah menjadi kaget."apakah kamu kenal dengan dia?"tanyanya.
"oh...coba ku ingat dulu mungkin aku pernah dengar nama itu." arghhh..sial aku tidak berani bilang sekarang nama itu juga persis seperti namaku, tapi aku tidak harus terburu-buru barangkali bukan aku orang yang dia maksud.
                                             
                                                  ***


waktu berjalan terus. obrolan kami mengalir begitu saja dan kami tidak menyadari sebentar lagi senja yang sejuk akan datang. mentari sedikit menarik diri ke kaki langit melewati celah dibukit itu. bayang-bayang bukit yang tinggi menapaki jalan-jalan didepan kami. angin semakin sepoi menerpa wajah.sesekali datang angin yang sedikit kencang menerbangkan daun-daun kering ditaman bukit ini. kertas ditanganku tersibak dan selembar lepas dari genggaman. lagi-lagi sosok disampingku menyambanginya. dia berdiri dengan tangkas dan memungutnya. ia memperhatikan tulisanku sebelum mengembalikan. dia tersenyum.
"kamu suka menulis juga ya?" tanyanya setelah duduk dan memberikan tulisanku.
"begitulah, hanya  sekedar hobby, untuk mengisi waktu luang selama liburan, tempat ini memberikan aku banyak ide."
"apakah kamu mahasiswi sastra indonesia?" tanyanya.
hmm...akhirnya dia menarik ku sebagai objek pembicaraan saat ini, lucu juga yang daritadi dia bercerita, aku hanya sibuk mendengar dan menyimak nya dengan seksama.
"nggak juga, aku mahsiswi lulusan dari Fakultas MIPA jurusan kimia diuniversitas yang sama dengan kamu, aku hanya sekedar hobby menulis."
"apa?jurusan kimia?chika juga mahasiswa FMIPA waktu dia masih kuliah,barangkali kamu sangat mengenalnya?!".suaranya terdengar sangat bersemangat.
"oh..benarkah?tapi aku benar-benar tidak tahu gadis yang kamu maksud, mungkin dia seniorku semasa kuliah." perasaanku benar-benar tidak karuan dan lagi-lagi aku menyembunyikannya.
"maaf" dia berhenti dan menarik nafas sangat dalam.
"kamu tahu, karena itulah mengapa aku datang kemari, hanya untuk bertemu dengannya, info terakhir yang aku dapatkan dia saat ini sedang berlibur dan ada dikota ini, aku berharap hari ini dia datang dan berada disini. tapi aneh juga, sampai detik ini batang hidungnya belum juga muncul.
pelan-pelan ia bergeser menjauh. matanya menerawang kelangit yang mulai memerah oleh pancaran mars. aku memecah diamnya.
"mungkin aku bisa membantu, ciri-cirinya seperti apa?"
"dulu, terakhir aku melihatnya waktu aku masih kuliah S1 aku melihat fotonya dijejaring sosial Facebook dia memiliki rambut yang ikal, panjangnya melampui bahu, dia tidak pernah berpenampilan dengan rambut lebih panjang, senyumnya manis dengan lesung pipi diwajahnya. kebiasaan lainnya adalah dia suka membaca, dulu aku sering memperhatikan dia menulis waktu SMP, saat dia sedang memikirkan sesuatu tangannya selalu memainkan poninya, yahh...dia selalu dengan tampilan berponi." kenangnya sambil tersenyum.
deg, itu benar-benar aku! wahh..dia memang memperhatikan kebiasaan ku.
"tapi sayang, sejak tadi, aku tidak mendapatkannya ditempat ini, daritadi aku memperhatikan orang-orang disekitar sini, tidak kulihat pada siapapun."

aku lega, syukurlah dia tidak mengenaliku.
kak fazi, kamu betul-betul telah berubah, jauh beda dibandingkan dulu. kamu tahu, aku sebenarnya sangat senang bertemu dengan kamu saat ini, ditempat ini, akhh... seandainya kau katakan ini dari dulu. tapi, tidak mungkin lagi buat sekarang. ujar bathinku
Biarlah dia tidak perlu tahu, bahwa orang yang dia tunggu ada dihadapannya, yang dari tadi mendengar ceritanya, seandainya kamu dulu lebih berani menungkapkannya, dan aku tidak perlu bertahun-tahun menunggu, meredam semua rindu ku selama ini, dan mengubur dalam-dalam perasaan ini, aku tahu bahwa dulu aku sering merasa kamu memperhatikan aku, dan menyimpan perasaan yang sama seperti..akhh..seandainya kamu berani mengungkapkannya. seandainya...seandainya...tapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku saat itu hanya berusaha menjadi pribadi diam.
aku tersentak, tiba-tiba saja dia mengentakkan kursi kami.
"mentari hampir jatuh kecelah bukit itu, perhatikanlah!!!" dengan antusias dia berdiri dan menikmati sepuas-puasnya, tangannya ia lebarkan. matanya ia pejamkan, ia menarik napas sangat dalam, dan menghembuskannya tanpa beban, kemudian ia berbalik kearahku.
"terima kasih ya, kamu telah menjadi temanku hari ini, menikmati senja, meski tanpa dia ada disini."ia tersenyum, senyum yang begitu indah yang dulu sangat aku kagumi.
suara adzan magrib dari sebuah masjid berkumandang. senja telah berlalu. Kami-ternyata-akhirnya menikmati senja berdua.
dari balik tas ranselnya ia mengeluarkan sesuatu, dua kaleng minuman sari jeruk. ia memberikannya satu padaku.
"ini adalah minuman kesukaannya." aku tersenyum geli, melihatnya.
"oh..ya dia juga sangat suka buah jeruk" katanya.
dan..ohh dari sakunya ia mengeluarkan kacamata yang dulu sering dia gunakan. Kak Fazi!!! ups!! kutahan untuk tidak berteriak, karena aku sadar, aku bukan gadis belia lagi dan kini pun aku sudah dibatasi keadaan. dan ternyata dia benar-benar Kak Fazi, seniorku dulu.
akhirnya, dia pamit.
"aku harus terbang kejakarta besok. apakah kamu tinggal disini. aku harap aku bisa bertemu kamu kalau aku liburan lagi kekota ini."katanya
"kebetulan aku sekarang tinggal dijepang karena masih menyelesaikan study masterku diunversitas sana, bersama keluargaku, dan aku rindu dikota kelahiran ayahku, sekaligus bersilahturahmi dan berlibur disini." jawabku sambil tersenyum.
"ohh,benarkah??ujarnya kagum. "astaga, dari tadi aku tidak tahu namamu, betapa egois dan bodohnya aku yang terlalu asyik bercerita. maaf,kalau boleh tahu namamu siapa?"
tiba-tiba dari kejauhan terdengar teriakan kecil yang nyaring  Rienami.
"Mamaaa...!!! Riena gadis kecilku berlari riang mengahmpiriku, menjemput dan mengajakku untuk pulang kerumah.
"maaf, aku harus buru-buru, suamiku sudah menunggu disana."
aku beranjak cepat meninggalkan tempat ini tanpa memberitahu namaku dan  dia yang masih termanggu.
dari kejauhan seorang lelaki tegap tersenyum padaku. yach...laki-laki yang telah menghadiahiku gadis semata wayang. Rienami kecil.
terima kasih kak Fazi, meskipun hanya menyisakan sekeping hati ini untukmu tapi, akan selalu kujaga, sebaik engkau menjaga hatimu.


                                                 Padang, 14 Februari 2011, 17:36 WIB












Selasa, 06 September 2011

TEDDY BEAR

nggak sengaja pergi keruangan kamar tengah, lihat isi kamar yang ngingatin masa2 jaya dulu semasa muda..hahahah semuanya tertata rapi,kamarnya masih wangi,,nggak ada pernah orang lain masuk kekamar tengah ini,kecuali saya. saya jadi kangen waktu zaman-zaman sekolah dulu, waktu masih berkumpul bersama dengan keluarga yang lengkap....teman dan sahabat serta orang-orang yang saya sayangi...*nangis decwhhh dibalik boneka ini, ketangkap basah ama dedek yang tiba-tiba nyelonong masuk dan ambil gambar ini...hmmmmmm dan sekarang nggak sama seperti dulu,atmosfer nya berbedaaa dari tahun ke tahun :(
saya sangat merindukan kalian yang selalu terpatri di hati dan minda saya selamanya...



BORED

Dengan ditemanin secangkir kopi full cream dan cake blackforrest kukus buatan tadi sore,,cukup untuk buat searching tugs,twitteran,ng'blog,ama fesbukan,,+ dengerin musik...buat ngilangin kebosanan hari ini >_<