hari
ini, beberapa bulan berlalu. ketika kau mengeluhkan kesedihan dan perasaanmu
padaku. ketika pada kenyataannya aku pun bersedih, atas apa yang
terjadi padamu, juga padaku. tapi ini, sudah beberapa bulan berlalu. kelabu
yang menggantung di langit pikiranmu, masih adakah kawan?
aku
merindukan saat-saat kebersamaan kita. kala kita duduk satu meja,
mendengar ceritamu atau sekedar bertemu pandang saja. dengan begitu,
masing-masing diri kita sudah cukup lega, walau tak ada satu kata pun
yang keluar lewat lisan kita. kau tahu, aku selalu mengerti bahasa
tatapanmu.
saat
suatu sore kau mengajakku ke pinggir pantai, lalu berkisah tentang
hari yang kau lalui. seperti biasanya, aku lebih suka mendengar. sama
seperti butiran pasir yang kita duduki, angin sore yang menemani.
atau
ketika kita berada di ketinggian dan alam ini terlalu mempesonamu, kau
masih sempat berbagi tentang mimpi-mimpimu. tentang warnanya
masing-masing di matamu. dan sekali lagi, aku hanya duduk mendengarkan
sambil melemparkan pandangan pada hamparan edelweiss di hadapan kita.
dan kini, setelah beberapa bulan sejak hari kelabumu, masihkah kau mengizinkanku mendengar lebih banyak ceritamu, kawanku?
maaf, jika aku terlalu sering mendengar saja.
dalam diamku, sungguh aku selalu mengaminkan doamu dan mengharap yang terbaik bagimu.




0 komentar:
Posting Komentar