Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang meski kamu tahu
ia tak lagi sendiri dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak terbalas,
tapi kamu tetap mencintainya?
Pernah. Sedang saya alami sekarang. Saya tahu dia tidak sendiri. Saya
tahu apa yang saya rasakan mungkin tidak terbalas. Yah, meskipun saya
sempat membenci dan tidak terima dengan dengan keadaan seperti ini. Tapi
sekarang saya sudah berdamai dengan semua.
Saya berdamai dengan diri saya, dengan perasaan saya, dengan keadaan yang teramat tidak menguntungkan saya.
Saya kembali lagi menjadi saya yang dulu. Saya yang hanya akan
memandangnya dari jauh. Saya yang terus berdo'a untuk nya. Saya yang
hanya 'menikmatinya' lewat status fb dan ym yang dia buat, meskipun
beberapa hari terakhir dia absen. Dan jujur saya mengkhawatirkannya.
Saya yang akan bahagia untuknya, meskipun bukan saya yang ada di
sampingnya.
Katakan ini semua naif. Bodoh. Tolol. Konyol. Tapi, apa dengan mengumpat
saya menjadi lebih bijak? Tidak. Sebab memang 'naif' itulah keadaannya.
*PS: Untuk Tuhan, yang mungkin membaca blog abal-abal saya, saya hanya
ingin bilang, "Tuhan, saya kangen dia.. Tapi jangan pertemukan kami,
Tuhan.. Biar saya lulus ujian perasaan kali ini. Terima kasih."
SUMBER: http://fayzahiqmah.blogspot.com/2010/06/have-u-ever_02.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar